Lomba berhadiah terbesar
BERLOMBA-LOMBA DALAM MERAIH SURGA DAN AMPUNAN-NYA
Sobat gudang Arab, Aktivitas seorang Muslim yang paling penting sepanjang hidupnya adalah berlomba untuk meraih surga dan ampunan Allah Azza wa Jalla. Aktivitas tersebut akan semakin penting dan mendesak seiring dengan bertambahnya usia, atau seiring dengan berkurangnya sisa umur yang akan dijalaninya di dunia yang fana ini...
Aktivitas tersebut akan semakin penting lagi bagi mereka yang selama ini telah bergelimang dalam dosa dan maksiat, kurang taat.
Allah Azza wa Jalla Yang Maha Agung berfirman,
سَابِقُوْا اِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْاَرْضِ اُعِدَّتْ لِلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ذَالِكَ فَضْلُ الله يُؤْتِيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَالله ذُوْ الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ
“Berlomba-lombalah kamu kepada mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah mempunyai karunia yang besar.”(QS. Al Hadid: 21)
_Saabik_ berasal dari kata _sabaqa,_ artinya berlomba. Lomba adu cepat dalam bahasa Arab disebut _sibaq_ ( سِبَاقْ ). Secara etimologis _sibak_ berasal dari kata _sabaqa_ ( سَبَقَ ) yang berarti, “berusaha untuk menjadi yang pertama, baik itu dalam berlari maupun hal-hal lainnya."
Dalam sebuah hadits disebutkan,
اَنَا سَابِقُ الْعَرَبِ , وَسُحَيْبٌ سَابِقُ الرُّوْمِ , وَبِلاَلٌ سَأبِقُ الْهَبَسَة, وَسُلَيْمَانَ سَابِقُ الْفَرْسِ
“Aku adalah orang Arab pertama yang masuk Islam, adapun Syuhaib orang Romawi pertama, Bilal orang Habsyi pertama, dan Sulaiman orang Parsi pertama yang masuk Islam.”(DR. Khalid Abu Syady,
Bersegeralah Menggapai Surga, Terj, hlm. 22)
Ayat tersebut secara eksplisit memerintahkan bahwa untuk meraih maghfirah (ampunan) Allah Azza wa Jalla dan meraih surga itu, harus serius dan bersungguh-sungguh, sebagaimana dalam sebuah perlombaan. Tidak ada peserta sebuah lomba yang ingin memperoleh kejuaraan, terjun ke ajang perlombaan tanpa kesungguhan. Apalagi dalam ajang perlombaan yang sangat prestisius, yang akan menentukan nasib kita di akhirat yang abadi, apakah nanti kita akan memperoleh piala kenikmatan surga tak terhingga atau piala kenistaan neraka yang tiada tara...
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
انَّ رَسُوْلَ الله صم رَءَى فِى اَصْحَابِهِ تَأخُّرً عَنِ الصَّفِّ الآوَّلِ’ فَقَالَ لهُمْ: تَقَدَّمُوْا فأْتمُّوْا بِيْ والْيَتَمَّ بِكُمْ مَنْ وَرَءَكُمْ وَلاَ يَزَالُ قَوْمٌ يَتَأخَّرُوْنَ حَتَّى يُأَخِّرُهُم الله عَزَّ وَجَلَّ
“Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melihat ada sebagian sahabatnya yang tak hendak maju ke shaf pertama, maka beliaupun bersabda: Majulah dan ikutilah saya, dan orang-orang yang di belakangmu harus mengikutimu pula. Suatu kaum yang suka di belakang itu, akan dibelakangkan pula oleh Allah Azza wa Jalla.”
(HR. Muslim, Nasa’i, Abu Dawud dan Ibnu Majah)
Allah Azza wa Jalla juga menyuruh kita untuk berlomba-lomba dalam kebaikan,
وَلِكُلِّ وِجْحَةٌ هُوَ مًوَلِّيْهَا فَاسْتَبِقُوْا الْخَيْرَاتِ اَيْنَ مَاتَكُوْنُوْا يَأتِ بِكُمُ الله جَمِيْعًا إنَّ الله عَلَي كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya sendiri yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."(QS. Al Baqarah: 148)
Dalam Al Qur'an Allah Azza wa Jalla juga menerangkan bahwa ada orang-orang yang gemar berlomba dalam kebajikan,
وَمِنْهُمْ سَابِقُ بِالْخَيْرَاتِ بِإذْنِ الله ذَالِكَ هُوَالْفَضِلُ الْكَبِيْرُ
“Dan di antara mereka ada orang-orang yang selalu berlomba-lomba dalam hal kebaikan dengan izin Allah, yang demikian itu adalah keutamaan yang besar.”(QS. Al Fathir: 32)
Tentu saja berlomba dalam kebaikan guna meraih surga dan ampunan Allah Azza wa Jalla tidak saja dalam hal ibadah _mahdah_ yakni ibadah yang bersifat individual seperti diterangkan dalam hadits di atas. Namun dalam semua aspek ibadah dan amal shaleh yang akan memberikan dampak manfaat bagi masyarakat dan kemanusiaan secara keseluruhan.
Maka amal-amal sosial untuk menyantuni orang miskin dan kaum dhu’afa, berlomba dalam pembangunan infrastrukutur untuk kemaslahatan umum, berlomba dalam pembangunan sarana ibadah masjid dan pendidikan adalah ladang-ladang yang subur untuk dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari Muslim, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
اَنْ تَصَدَّق وَاَنْتَ صَحِيْحٌ شَاهيْهٌ تَأْمُلُ الْبَقَا وَتَخْشَ الْفَاقَةَ وَلاَ تمْهِيْ حَتَى اِذَا بَلَغَةِ الْهُلْقُوْمَ قُا لتَ لِفُلاَنٍ كَذَى وَلِفُلانٍ كَذَى.
“Hendaklah bersedekah ketika kamu sehat dan khawatir akan jatuh miskin dan kamu menginginkan menjadi orang kaya. Dan janganlah kamu menangguhkan sedekah sampai kamu menghadapi sakaratul maut, baru kamu berkata kepada seseorang: “Barang anu untuk si fulan, barang anu untuk si fulan.”
Bersedekah ketika sudah di ambang kematian, sudah terlambat. Ini adalah cermin dari kekikiran seseorang dan tentu saja sama sekali tidak ada semangat perlombaan dalam amal kebajikan...
Oleh karena itu Allah Yang Maha Rahman Maha Rahim, juga mengingatkan agar untuk mengikuti perlombaan tersebut, kita harus melakukannya sesegera mungkin. Allah Azza wa Jalla berfirman,
وَسَارِعُوْا إلَي مَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْآرْضُ اُعِدَّتْء لِلْمُتَّقِيْنَ
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.”(QS. Ali Imran:133)
Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita senantiasa berlomba-lomba, bersungguh-sungguh dalam meraih surga dan ampunan-Nya untuk meraih ridha-Nya.
