Bencana dan Ayat Kauniyah

SADAR BAHWA BENCANA ADALAH AYAT KAUNIYAH YANG DIPERDENGARKAN


Sobat Gudang Arab, Fenomena bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah saat ini adalah buah pilihan dan keberpihakan yang kita buat di masa lalu. Apa yang kita pilih hari ini adalah yang akan kita dapat di masa depan. Allah Azza wa Jalla berfirman,

أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللهَ يَعْلَمُ مَافِي السَّمَآءِ وَاْلأَرْضِ إِنَّ ذَلِكَ فِي كِتَابٍ إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللهِ يَسِيرٌ {70}

“Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.” (QS. Al Hajj: 70)

وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لاَيَعْلَمُهَآ إِلاَّ هُوَ وَيَعْلَمُ مَافِي الْبَرِّوَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ يَعْلَمُهَا وَلاَحَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ اْلأَرْضِ وَلاَرَطْبٍ وَلاَيَابِسٍ إِلاَّ فِي كِتَابٍ مًّبِينٍ {59}

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya pula, dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz).” (QS. Al An’am: 59)

Sudah sepatutnyalah kita mengimani bahwa kehendak Allah Azza wa Jalla meliputi segala sesuatu, baik yang terjadi maupun yang tidak terjadi, baik perkara besar maupun kecil, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, baik yang terjadi di langit maupun di bumi. Semuanya terjadi atas kehendak Allah Azza wa Jalla. Allah Azza wa Jalla berfirman,

اللهُ خَالِقُ كُلِّ شَىْءٍ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ وَكِيلٌ {62} لَّهُ مَقَالِيدُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِئَايَاتِ اللهِ أُوْلَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ {63}

“Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu. Kepunyaan-Nyalah kunci-kunci perbendaharaan langit dan bumi. Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi.”

(QS. Az Zumar: 62-63)

وَاللهُ خَلَقَكُمْ وَمَاتَعْمَلُونَ {96}

“Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu.” (QS. As Shafat: 96)

Tanda-tanda kekuasaan Allah Azza wa Jalla bisa berupa tanda yang didengar (ayat sama'iyah), yaitu ayat Al-Quran, atau tanda alam yang kasat mata (ayat kauniyah), yaitu fenomena alam. Bagi orang orang berakal (ulul albab) ayat sama'iyah bisa menjadi petunjuk ke jalan yang benar.

Di sinilah urgensi ayat kauniyah. Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat kauniyah sebagai bentuk belas kasih kepada mereka yang bebal rasa dan pikiran, agar mereka sadar. Sebab, mereka adalah orang-orang yang tidak dapat disentuh kesadarannya dengan kata kata, dan karenanya sebuah kenyataan pahit bisa jadi menyadarkan mereka. Jika mereka mau merenunginya lalu insyaf dan sadar, maka Allah Azza wa Jalla akan mengampuni segala kedurhakaan di masa lalu. Tetapi jika mereka bergeming dengan kedurhakaan dan kecongkakannya, maka sesungguhnya Allah Azza wa Jalla Maha Kuasa untuk melakukan apapun yang dikehendaki-Nya.

Jika direnungkan lebih dalam, maka setiap fenomena bencana alam yang menimpa sejatinya adalah ayat kauniyah yang diperdengarkan. Bagi yang beriman setiap ayat yang diperdengarkan, baik sama'iyah maupun kauniyah, akan semakin mempertebal keimanannya sama dengan ayat ayat al-Quran.

Beriman dengan benar terhadap takdir bukan berarti meniadakan kehendak dan kemampuan manusia. Realita yang ada menunjukkan setiap manusia mengetahui bahwa dirinya memiliki kehendak dan kemampuan memilih. Dengan kehendak dan kemampuannya, dia melakukan atau memilih meninggalkan sesuatu. Ia juga bisa membedakan antara sesuatu yang terjadi dengan kehendaknya. Namun, kehendak maupun kemampuan makhluk itu terjadi dengan kehendak dan kemampuan Allah Azza wa Jalla. Allah Azza wa Jalla berfirman,

لِمَن شَآءَ مِنكُمْ أَن يَسْتَقِيمَ {28} وَمَاتَشَآءُونَ إِلآَّ أَن يَشَآءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ {29}

“Yaitu bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus. Dan kamu tidak dapat menghendaki menempuh jalan itu kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. At Takwiir: 28-29)

Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah senantiasa menyadari bahwa bencana adalah ayat kauniyah Allah Azza wa Jalla yang diperdengarkan akan semakin mempertebal keimanan untuk meraih ridha-Nya.

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url