Hakikat mencintai

MENCINTAI PARA PEMBERI NASIHAT

Sobat gudang Arab, Ketahuilah Nasihat adalah cinta. Saling menasihati itu tanda cinta. Karena nasihat berarti menginginkan kebaikan pada orang lain. Kita ingin saudara kita itu jadi baik ketika dinasihati, bukan ingin mereka direndahkan atau disalahkan. Inilah dasar nasihat. Ketika ada seorang pemimpin meminta dikritik dan dinasihati oleh rakyatnya itu pertanda cinta dan kebaikan untuk keberlangsungan nilai demokrasi, sepanjang pemimpin tersebut kemudian tidak menangkap dan memenjarakannya.

Sobat, Makna nasihat menurut para ulama adalah menginginkan kebaikan pada orang lain. Sebagaimana kata Al Khattabi rahimahullah,

النصيحةُ كلمةٌ يُعبر بها عن جملة هي إرادةُ الخيرِ للمنصوح له

“Nasihat adalah kalimat ungkapan yang bermakna memberikan kebaikan kepada yang dinasihati” (Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 219)

Sobat gudang, Al Fudhail bin ‘Iyadh mengatakan,

المؤمن يَسْتُرُ ويَنْصَحُ ، والفاجرُ يهتك ويُعيِّرُ

“Seorang Mukmin itu biasa menutupi aib saudaranya dan menasihatinya. Sedangkan orang _fajir_ (pelaku dosa) biasa membuka aib dan menjelek-jelekkan saudaranya.” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 225)

Al Hasan Al Bashri berkata,

إنَّ أحبَّ عبادِ الله إلى الله الذين يُحببون الله إلى عباده ويُحببون عباد الله إلى الله ، ويسعون في الأرض بالنصيحة

“Sesungguhnya hamba yang dicintai di sisi Allah adalah yang mencintai Allah lewat hamba-Nya dan mencintai hamba Allah karena Allah. Di muka bumi, ia pun memberi nasihat pada orang lain.” 

(Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 224)

Sobat gudang Arab, Sesungguhnya pemberian paling berharga dari seseorang untuk saudaranya yang tidak bisa dinilai dengan emas dan perak adalah nasihat untuk mengerjakan kebaikan dan meninggalkan kejelekan. Sebab, nasihat merupakan urusan yang paling pokok di dalam agama, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

الدِّينُ النَّصِيحَةُ

“Agama adalah nasihat.” 

(HR. Muslim dari Tamim ad-Dari radhiallahu ‘anhu)

Upaya saling menasihati dalam kebaikan merupakan salah satu jalan yang bisa menyelamatkan seseorang dari kerugian dunia dan akhiratnya, 

فَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ أَخُوكَ فَانْصَحْ لَهُ

“Jika saudaramu meminta nasihatmu, berilah nasihat untuknya.” 

(HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)

Semoga Allah Azza wa Jalla memasukkan kita ke dalam golongan memiliki akal sehat,

ٱلَّذِينَ يَسۡتَمِعُونَ ٱلۡقَوۡلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحۡسَنَهُۥٓۚ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ هَدَىٰهُمُ ٱللَّهُۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمۡ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ ١٨

“Orang-orang yang mendengar perkataan lalu mengikuti yang terbaik darinya. Mereka itulah orang-orang yang telah mendapat petunjuk dari Allah dan mereka itulah orang yang memiliki akal sehat.” (QS. Az-Zumar: 18) 

Sobatku, Sepantasnya kita sering memohon perlindungan kepada Allah Azza wa Jalla dari tipu daya syaitan yang senantiasa berusaha menghalangi manusia dari nasihat dan kebenaran. Sebab, Iblis telah menyatakan sebagaimana yang Allah Azza wa Jalla firmankan dalam al-Qur’an,

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ ٨٢  إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ٨٣

Iblis berkata, “Demi kemuliaan-Mu, aku pasti akan menyesatkan mereka semua, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih.” (QS. Shad: 82-83)

Hendaknya pula kita senantiasa mengendalikan hawa nafsu. Sebab, hawa nafsu sangat kuat berperan dalam menghalangi seseorang untuk menerima nasihat.

إِنَّ ٱلنَّفۡسَ لَأَمَّارَةُۢ بِٱلسُّوٓءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيٓۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٞ رَّحِيمٞ ٥٣

"Sesungguhnya hawa nafsu selalu mengajak kepada kejahatan, kecuali nafsu yang mendapat rahmat dari Rabbku.” (QS. Yusuf: 53)

Sobat, Di antara faktor yang membantu seseorang mudah menerima nasihat adalah sifat jujur. Sebaliknya, dusta adalah sebab yang menyulitkan seseorang menerima nasihat dan kebaikan. Hal ini sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

… عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ 

“Hendaknya kalian bersikap jujur, karena kejujuran akan membawa kepada kebaikan, sedangkan kebaikan akan membawa ke surga…”

وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ

“Tinggalkanlah kedustaan, karena dusta akan membawa kepada kejahatan, sedangkan kejahatan akan membawa ke neraka.” 

(HR. al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu)

Sobat gudang Arab, Marilah kita senantiasa berdoa kepada Allah Azza wa Jalla agar ditujukkan oleh-Nya mana yang benar sehingga kita bisa mengikutinya dan mana yang batil sehingga kita bisa menjauhinya,

اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِ وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

“Ya Allah, perlihatkan kepada kami bahwa kebenaran itu kebenaran, dan berilah rezeki kepada kami untuk mengikutinya. Perlihatkanlah kepada kami bahwa kebatilan itu kebatilan, dan berilah rezeki kepada kami untuk menjauhinya.”

Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah senantisa mencintai nasihat dan mencintai para pemberi nasihat untuk meraih ridha-Nya.


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url